Sabtu

Bisik Kerinduan




Dengarkanlah bisik kerinduan ini berlagu mencari tepian…
kemana harus kutambatkan dermaga lempung tanah ini sebelum habis kikisannya…
dengarkanlah perjalanan jantung ini sunyi berdetak, berlari kehilangan peta sejarah…
kemana sebaiknya kubilas debu-debu yang melekat dipori-pori sanubari…
pencarian panjang yang tanpa sadar menghabiskan separuh perjalanan hidupku
mencari telaah bintang pedomanku...
pelipurku kala resah peredamku kala marah

Walau belum sempat kumenyana betapa inginku seperti mereka_mereka yang dapat jawabnya…
sedangkan aku masih sibuk menganalisa apa yang diketahui… apa yang ditanyakan…?!
hati dan jiwaku benar_benar sibuk memburai lafal_lafal cinta,
hingga kini disepenggal akhir niaga saat pagar sejarah lahir,

Beribu cindra kenangan kumengingati bahwa tak perlu ku menunjuk satu bintang
yang kubutuhkan bukan itu, bukan bintang ataupun cahaya lain…
yang kubutuhkan belai kasih dari Illahi…
cahaya diatas segala cahaya…

Maka dengannya kubangun kembali dermaga besi
menata kembali lagu tepian karena demikianlah cinta ini kupertaruhkan…
dan melangkah menapaki takdir yang sudah EngKau gariskan sambil kubertanya
kapan kapalku Kau terima istirahatnya….